Mantan Walikota Banjar Bayar Cicilan Uang Pengganti ke KPK

Jakarta, sinarindonesia.id– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyetorkan cicilan uang pengganti dari terpidana Herman Sutrisno selaku mantan Walikota Banjar sebesar Rp 958 juta ke kas negara. Uang tersebut merupakan cicilan pertama dan sisanya akan dilakukan penagihan kembali.

Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri, saat dikonfirmasi mengatakan uang tersebut merupakan cicilan pertama yang disetorkan. Sementara total keseluruhan pidana uang pengganti mencapapai Rp 10,2 Miliar.

“Jadi total keseluruhan Rp 10,2 Miliar. Sementara dicicilan pertama telah dilakukan penyetoran ke kas negara sebesar Rp 958 juta yang berasal dari Terpidana Herman Sutrisno,” kata Ali Fikri, kepada media, Senin (18 Maret 2024).

Dijelaskannya, bahwa penyidik KPK akan terus melakukan penagihan kembali untuk kekurangan uang pengganti dimaksud sebagai bentuk aset recovery.

“Nantinya akan dilakukan penagihan lanjutan hingga total uang pengganti terpenuhi keseluruhannya,” pungkasnya.

Diketahui, KPK telah menetapkan mantan Wali Kota Banjar Herman Sutrisno sebagai tersangka di kasus dugaan suap proyek pekerjaan infrastruktur Dinas PUPR Kota Banjar. Selain Herman, KPK menetapkan seorang pihak swasta bernama Rahmat Wardi sebagai tersangka.

“Dua tersangka atas nama HS, Wali Kota Banjar periode 2003-2008, 2008-2013, bersama-sama dengan RW, swasta, Direktur CV Prima,” kata Ketua KPK saat itu, Firli Bahuri, kepada media, Kamis (23 Desember 2021).

Herman Sutrisno diduga memerintahkan Rahmat Wardi melakukan peminjaman uang sebanyak Rp 4,3 miliar untuk keperluan pribadinya. Namun pembayaran cicilan pinjaman itu dibebankan kepada Rahmat Wardi. (Red)

By: @did

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *