Migrant Care: Penjelasan KPU Terkait Pelanggaran Pemilu di Taipei Normatif

Jakarta, sinarindonesia.id– Penjelasan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI soal dikirimnya puluhan ribu surat suara di Taipei di luar jadwal, dinilai Migrant Care hanya bersifat prosedural dan normatif. Menurutnya, Langkah yang dipilih KPU terkesan tidak profesional dan kurang perhatian terhadap masalah yang kini telah menimbulkan ketidakpastian di kalangan pemilih di mancanegara.

“Kondisi ini juga memperlihatkan bahwa penyelenggara dan penyelenggaraan pemilu RI di luar negeri masih dilakukan secara asal-asalan, sembrono dan tidak profesional,” kata Direktur Migrant Care, Wahyu Susilo, dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (27 Desember 2023).

Menyikapi penjelasan tersebut, pihaknya mendesak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI turun tangan, karena menganggap peristiwa ini jelas-jelas merupakan pelanggaran pemilu.

Dijelaskan Wahyu, penegakan hukum harus dilakukan untuk memulihkan kepercayaan pemilih di luar negeri.

“Migrant Care sebelumnya sudah merekomendasikan agar panitia pemilu melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pemungutan suara melalui metode pos/surat dalam pemilu Indonesia di luar negeri,” ungkapnya.

Ditegaskannya, metode pemungutan suara melalui pos rawan kecurangan.

“Berdasarkan pemantauan Pemilu Indonesia di luar negeri tahun 2009, 2014 dan 2018, pemungutan suara melalui metode pos/surat adalah metode pemungutan suara yang tidak bisa menjamin kerahasiaan,” beber Wahyu. (Red)

By: H@did

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *