Oknum Polri Penembak Debt Collector Berstatus Buronan

Daerah, Headline, Kriminal110 Dilihat

Sumatera Selatan, sinarindonesia.id– Oknum polisi berpangkat Aiptu FN penembak debt collector di Kota Palembang, Sumatera Selatan, pada Sabtu (23 Maret 2024), ditetapkan Polda Sumatera Selatan sebagai buronan. Yang bersangkutan, masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) karena diketahui melarikan diri dari tempat tinggalnya setelah melakukan penembakan tersebut.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Sunarto, mengatakan, oknum Polisi yang diduga terlibat dalam aksi penembakan debt Collector tersebut dianggap telah melarikan diri.

“Tindakan penganiayaan oleh Aiptu FN menggunakan airsoft gun dan senjata tajam sempat membuat heboh. Untuk itu kita sudah menerbitkan Aiptu FN sebagai DPO,” kata Sunarto, kepada media, Minggu (24 Maret 2024).

Dijelaskannya, saat ini kasus tersebut telah menjadi atensi pimpinan dan kita telah melakukan koordinasi dengan keluarga.

“Bentuk koordinasi dengan keluarga terduga pelaku itu dengan tujuan agar yang bersangkutan menyerahkan diri untuk proses penyelidikan lanjutan,” ungkapnya.

Dari hasil penyelidikan, kejadian penganiyaan itu bermula saat mobil milik Aiptu FN diketahui telah menunggak cicilan selama dua tahun. Lalu, Aiptu FN bertemu dengan dua debt collector yakni Deddi Zuheransyah (51) dan Robert Johan Saputra (35) di parkiran mall PSX Palembang.

“Saat bertemu, Aiptu FN pun terlibat keributan hingga penembakan dan penusukan itupun terjadi,” ucapnya.

Akibat aksi brutal itu, dua orang debt collector tersebut saat ini dalam perawatan medis di rumah sakit.

“Sementara, untuk oknum polisi sendiri saat ini masih dilakukan pengejaran, baik dari Satwil maupun jajaran Polda Sumsel termasuk Polrestabes Palembang,” ujarnya.

Adapun oknum Polisi tersebut disangkakan Pasal 351 ayat 2 tentang penganiayaan berat dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. (Red)

By: @did

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *