Oknum Sipir Lapas Jambi Bagian dari Jaringan Narkoba Internasional

Jambi, sinarindonesia.id– Jaringan narkoba internasional yang melibatkan oknum sipir Lapas Jambi, M. Afiful Akbar Magguna alias Afif (27), akhirnya ditangkap polisi. Pelaku yang bekerja sebagai sipir di Lembaga Pemasyarakatan itu, mendapatkan kiriman narkoba jenis sabu dari Malaysia dan rencananya akan di bawa ke Jakarta.

“Oknum sipir Lapas Jambi tersebut menjadi kurir 52 Kilogram sabu jaringan internasional. Sabu tersebut berasal dari Malaysia untuk dikirim ke Jakarta,” kata Kapolresta Jambi Kombes Eko Wahyudi, kepada awak media.

Dijelaskannya, bahwa untuk satu kali pengiriman narkoba jenis sabu, kurir berstatus Lapas sipir di Jambi itu mendapat upah per satu Kilogram sabu sebesar Rp10 juta.

“Pelaku mendapatkan upah per satu kilogram sabu sebesar Rp 10 juta,” ucap Kapolres.

Upah yang diterima Akbar akan dibagi dengan tersangka berinisial F alias A yang menyamar sebagai pengirim barang mendampingi Pelaku.

Jika dikalkulasikan, ungkap Kapolres, kedua tersangka mendapatkan upah mencapai Rp 520 juta dari total barang bukti berjumlah 52 kilogram.

“Narkoba jenis sabu yang diungkap diduga merupakan jaringan internasional dari Malaysia. Sementara, tersangka Akbar berperan sebagai penerima barang di Jambi untuk kemudian biawa F alias A, ke Jakarta.

Dari hasil penyelidikan petugas, diduga oknum Lapa situ akan membawa narkoba tersebut ke Malaysia menuju Riau, terus melintasi Jambi lalu ke Jakarta melalui via darat,” bebernya.

Terkait adanya keterlibatan narapidana atau oknum sipir lainnya, hingga kini belum bisa dipastikan Kapolres. Pihaknya bersama penyidik, tengah melakukan upaya pengembangan.

“Untuk hal lain baik itu keterlibatan napi atau oknum sipir lainnya, kami masih dalam proses pendalaman,” ungkapnya.

Diketahui, terungkapnya kasus besar di tahun 2024 ini berawal dari adanya temuan tas berisi barang bukti sabu seberat 20 kilogram di Simpang IV Sipin, Kota Jambi, pada Sabtu (6/1/2024). Sabu itu direncanakan akan dikirim ke Jakarta melalui Jambi. (Red)

By: @did

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *