Pegawai Honor Kecamatan Yang Pukul dan Ancam Wartawan di Pesawaran Ditangkap Polisi

Daerah, Pesawaran293 Dilihat

Pesawaran, sinarindonesia.idSatreskrim Polres Pesawaran mengamankan terduga pelaku kekerasan fisik dan verbal juga ancaman terhadap Angger Pangestu (22), wartawan media online di Pringsewu. Menurut Polisi, pelaku yang diketahui sebagai pegawai honor Kecamatan Negeri Katon, Kabupaten Pesawaran itu masih menjalani pemeriksaan, di Polres Pesawaran.

Kapolres Pesawaran AKBP Maya Henny Hitijahubessy melalui Kasat Reskrim Polres Pesawaran AKP Supriyanto Husin mengatakan pihaknya langsung bergerak cepat setelah adanya laporan tersebut. “Setelah mendapatkan laporan kita langsung melakukan penyelidikan dan saat ini terduga pelaku sudah kita amankan untuk pemeriksaan lebih lanjut,” kata Supriyanto, kepada wartawan, Minggu 24 September 2023.

Terkait identitas pelaku, yang diketahui adalah salah satu tenaga honorer di Kecamatan Negeri Katon, Kasat hanya menyebut jika saat ini jajarannya sedang melakukan pemeriksaan. “Untuk lebih pastinya, kami mohon waktu,” ujarnya.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pesawaran, M. Ismail, mengapresiasi kinerja kepolisian Polres Pesawaran yang telah berhasil mengungkap pelaku dugaan penganiayaan dan menghalangi tugas jurnalis berna Angger Pangestu wartawan online di Kabupaten Pesawaran.

“Kami mewakili insan pers di Pesawaran mengapresiasi upaya Polres Pesawaran mengungkap terduga pelaku. Kami juga berharap agar terduga pelaku di proses sesuai dengan hukum yang berlaku dan kasus ini bisa menjadi preseden baik serta efek jera agar tidak ada lagi oknum yang berupaya menghalangi kerja jurnalis khususnya di Kabupaten Pesawaran dan di Indonesia umumnya,” ujarnya

Sebelumnya, Angger Pangestu, warga Desa Hanura Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran, yang juga wartawan anggota PWI Pesawaran mendapat kekerasan fisik dan verbal disertai ancaman, saat berada di Tugu Pengantin Desa Gedongtataan Kecamatan Gedongtataan, pada Minggu 24 September 2023 sekitar pukul 00:15 Wib dini hari.

“Saat saya sedang duduk minum kopi di kedai di Tugu Pengantin, beberapa saat kemudian tiba-tiba terjadi keributan dan perkelahian beberapa orang di pinggir jalan, dan jiwa jurnalis saya terpanggil untuk mendokumentasikan kejadian perkelahian tersebut,” kata Annger.

Setelah itu, sambung Angger, di tempat kejadian beberapa orang tak dikenal menghampiri dan dari salah seorang tersebut menarik kerah baju saat itu meski sudah dijelaskan namun orang tersebut tak mau tahu. ”Dia malah menampar pipi saya bagian kiri sebanyak satu kali. Padahal saya sudah jelaskan, tapi orang itu menjawab ‘Wartawan Apa’ setelah itu terlapor pergi,” kata dia lagi.

Menurut Angger, ada orang lain yang berada di lokasi meminta untuk menghapus foto tersebut dan selanjutnya terlapor menghapus foto kejadian tersebut. ”Setelah saya ditampar, saya kembali ke kedai kopi tersebut dan bertemu
kembali dengan terlapor. Kemudian saya bertanya kenapa menampar saya, kan saya sudah bilang kalau saya wartawan,” ucapnya.

Dikatakannya, keributan dan perkelahian tersebut berhenti setelah datang seorang polisi dengan membuang tembakan ke atas untuk melerai keributan. “Saat saya bertanya kepada terlapor, namun terlapor menjawab, kalau mau diperpanjang masalahnya silahkan,” kata Angger yang kemudian melaporkan ke Polres Pesawaran. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *