Pembangunan Bendungan dan Embung Solusi Ancaman Perubahan Iklim

Headline, Nasional791 Dilihat

Jakarta, sinarindonesia.id– Pembangunan bendungan dan embung disebut Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), sebagai tindakan nyata dalam mengatasi ancaman perubahan iklim.

“Dalam menghadapi ancaman perubahan iklim, sudah menjadi tugas Pemerintah untuk memperbanyak tampungan air, baik itu embung maupun bendungan. Diutamakan bendungan agar di saat kemarau masih ada cadangan air,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, kepada media di Jakarta, Minggu (26 November 2023).

Dijelaskannya, jumlah bendungan di Indonesia masih jauh jika dibandingkan negara lain seperti Korea Selatan dan China.

“Sebagai negara kepulauan kita harus berpikir keras untuk terus menambah jumlah tampungan air. Pemerintah China hingga akhir tahun 2022 tercatat telah memiliki 98.000 bendungan, lalu Korea Selatan 18.000 bendungan, sementara kita bari 300 bendungan,” ucapnya.

Pada hakikatnya, Kementerian PUPR akan terus mengedepankan upaya pembangunan ramah lingkungan dan berkelanjutan.

“Misalnya pembangkit listrik tenaga surya terapung yang memanfaatkan 20 persen luas permukaan genangan bendungan. Disitu akan terdapat potensi tenaga listrik sebesar 4.800 Megawatt (MW),” kata Basuki.

Saat ini, Kementerian PUPR telah memanfaatkan 23 bendungan eksisting yang dibangun sebagai pembangkit listrik tenaga air. (Red)

By: H@did

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *