Pemberian Pangkat Jenderal Untuk Prabowo Subianto diprotes Komisi 1 DPR RI

Headline, Nasional130 Dilihat

Jakarta, sinarindonesia.id– Pemberian pangkat kehormatan jenderal bintang empat untuk Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, dikritik anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (purn) TB Hasanuddin.

Menurut TB, dalam militer saat ini tidak ada istilah pangkat kehormatan lagi. Yang ada seorang prajurit TNI berprestasi dalam tugas atau berjasa bisa diberikan tanda kehormatan atau tanda jasa sesuai Undang-Undang.

“Di TNI saat ini tidak ada lagi istilah pangkat kehormatan,” kata Hasanuddin, kepada media, Selasa (27 Februari 2024).

Adapun aturan kepangkatan di lingkungan TNI, jelas TB, diatur dalam Pasal 27 Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI.

“Pasal itu tidak mengatur soal kenaikan pangkat bagi perwira atau prajurit yang telah purna tugas, kecuali pangkat tituler yang diberikan sementara bagi warga negara yang bersedia menjalankan tugas jabatan yang diperlukan,” ungkapnya

Bahkan, sepengetahuan TB, dalam Undang-Undang 34 tahun 2004 tidak ada kenaikan pangkat dari purnawirawan ke purnawirawan. Terlebih sejak berlakunya Undang-Undang TNI dan hal itu sudah tidak ada lagi seperti di era orde baru.

“Yang jelas pangkat kehormatan memang bisa diberikan, namun hanya bagi prajurit atau perwira aktif. Hal itu diatur dalam UU Nomor 20 tahun 2009 Pasal 33 Ayat 3,” tegasnya.

Yang tertuang dalam Undang-Undang itu perlu digarisbawahi. Dimana, kata TB, pada Pasal 33 ayat 3a yang berbunyi “pengangkatan atau kenaikan pangkat secara istimewa” tersebut adalah untuk prajurit aktif atau belum pension.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan akan memberikan pangkat jenderal untuk Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Pemberian pangkat itu akan dilakukan saat Rapat Pimpinan TNI-Polri di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur.

“Bapak Prabowo diusulkan oleh Mabes TNI kepada Presiden untuk diberikan pangkat jenderal penuh dan insyaallah besok Pak Prabowo akan menerima tanda kehormatan kenaikan pangkat istimewa di Mabes TNI,” kata Juru Bicara Menteri Pertahanan Dahnil Anzar Simanjuntak, kepada media Selasa (27 Februari 2024).

Dijelaskannya, pangkat jenderal Prabowo adalah bentuk kenaikan pangkat secara istimewa. Hal itu, diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009. (Red)

By: @did

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *