Pemerintah: Perhitungan Tarif LRT Mirip dengan Ojol

Headline, Nasional227 Dilihat

Jakarta, sinarindonesia.id- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) masih mengkaji dan membahas soal rencana penerapan dynamic pricing untuk tarif LRT Jabodebek. Usulan yang mencuat itu, sejalan dengan ramainya permohonan dispensasi tarif, akibat banyaknya gangguan yang terjadi pada operasional LRT Jabodebek.

Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati menjelaskan, apabila dynamic pricing ini diterapkan, maka tarif layanan bisa lebih murah ketika masuk ke jam sibuk atau peak hour.

“Kembali lagi, yang namanya dynamic pricing tergantung off (hour) sama peak (hour). Jadi ketika lagi peak seperti sekarang kan itu harganya bisa lebih murah,” jelas Adita saat dimintai keterangan di Kompleks DPR RI Jakarta, Selasa (7 November 2023).

Disinggung kapan diterapkannya dynamic pricing, Adita menyebutnya masih dalam proses penyesuaian sistem, sehingga membutuhkan waktu. Sementara tarif LRT Jabodebek saat ini masih tetap sama, dan belum ada penyesuaian.

“Tarif masih tetap seperti sekarang. Memang kita sudah mulai bahas apakah nanti akan ada dynamic pricing, jadi sesuai dengan nanti peak hour dan off peak. Tapi ini masih dalam pembahasan,” ujarnya.

Diketahui, Dynamic pricing merupakan metode penentuan harga yang cukup unik, karena bisa berubah-ubah sewaktu-waktu. Tentunya, ada pertimbangan khusus sebelum keputusannya dibuat.

Hingga kini, dynamic pricing dilakukan oleh perusahaan atau platform yang menawarkan hotel, penerbangan, atau angkutan online alias ojol. Dynamic pricing berlaku ketika akan memesan ojek online pada jam-jam yang ramai. (red)

By: Hadid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *