Pemilik Akun Facebook Yang Meminta Dua Ibu Untuk Membuat Video Porno Bersama Anak Kandungnya Ditemukan Polisi

Jakarta, sinarindonesia.id– Penyidik Polda Metro Jaya, dikabarkan berhasil menemukan pemilik akun Facebook Icha Shalika yang meminta dua orang ibu membuat video porno bersama anak kandungnya.

Pemilik akun disebut mengaku di-hacked oleh orang tak dikenal.

Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Ade Safri Simanjuntak, melalui keterangan tertulisnya mengatakan untuk akun Facebook tersebut sudah ditemukan.

“Facebook atas nama Icha Shalika sudah ditemukan penyidik Subdit Cyber,” Kata Ade, dikutip Minggu (9 Juni 2024).

Dijekaskannya, bahwa pemilik akun tersebut mengaku di-hacked oleh orang tak dikenal. Selain itu, pemilik akun Icha Shakila juga mengaku pernah menjadi korban dari kasus serupa.

“Saat ini kami masih mencari sosok yang meretas dan menggunakan akun Facebook Icha Shakila tersebut,” ungkapnya.

Untuk saat ini, kata Ade, penyidik tengah melakukan proses hukum atas perkara tersebut dan masih berlangsung.

Semua yang diduga terlibat pasti akan dimintai keterangan dan pertanggungjawabannya.

“Kami akan mencari siapapun yang terlibat. Mereka yang menyebarluaskan video di media sosial itu juga turut diburu,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, Kasus dugaan ibu cabuli anak kandung yang terkuak dari akun Facebook dengan iming-iming sejumlah uang, belakangan menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Masyarakat digegerkan dengan peristiwa tersebut karena ditemukan dua kasus yang sama di daerah Tangerang Selatan dan Bogor.

Tidak salah-salah, rekaman video bernuansa asusila yang melibatkan anak di bawah umur memperlihatkan dugaan tindak pencabulan ibu terhadap anak kandung.

Video yang disebarkan itu diduga dibuat atas desakan kebutuhan ekonomi sehingga sosok ibu nekad membuat konten bernuansa asusila.

Pembuatan konten, diketahui merupakan perintah dari sebuah akun Facebook dengan iming-iming sejumlah uang. (Red)

By: @did

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *