Penembak Misterius di Ruas Tol Surabaya-Sidoarjo Dibekuk Polisi

Jawa Timur, sinarindonesia.id– Penembak misterius di ruas Tol Surabaya dan sejumlah warga di Jawa Timur, akhirnya dibekuk penyidik Kepolisian.

Pelaku tercatat telah empat kali beraksi di berbagai lokasi dengan menyasar empat korban yang tidak dikenal.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Dirmanto mengatakan aksi koboi para pelaku itu terungkap setelah penyidik mendalami laporan korban yang menjadi sasaran pelaku.

“Ada tiga tersangka yang diamankan. Satu orang diantaranya merupakan anak di bawah umur,” kata Dirmanto, kepada media, dikutip Selasa (28 Mei 2024).

Dijelaskannya, ketiga tersangka diketahui terlibat dalam kasus penembakan terhadap sopir truk di ruas Tol Surabaya-Sidoarjo.

Selain itu, para tersangka juga diketahui merupakan pelaku yang menyasar tiga orang korban lainnya yang merupakan warga Jawa Timur.

Dari cacatan kepolisian, aksi penembakan pertama dilakukan tersangka pada 19 Mei 2024 pukul 01.05 WIB di Km 758 Jalan Tol Surabaya Sidoarjo.

Di lokasi tersebut, korban atas nama AR, sopir mobil angkutan mengalami luka bibir atas dan luka pelipis kiri.

Pelaku menembak korban dari dalam mobil.

“Pelaku menyalip dari kiri, setelah mobil pelaku dan korbannya sejajar, pelaku menembak korban dari jarak 2 Meter dengan senjata airsoft gun peluru bahan plastik, lalu kabur,” bebernya.

Pada hari yang sama, sekitar pukul 02.12 WIB di Km 755 ruas Tol Surabaya – Sidoarjo, pelaku menembak korban EC yang juga sopir angkutan barang.

“Korban EC mengalami lima luka tembak di bagian wajah,” ucapnya.

Penembakan dilakukan dengan cara yang sama dengan yakni menyalip kemudian menembak dari jarak dekat.

Penembakan jug adilaporkan kembali dilakukan pada 21 Mei 2024 pukul 04.10 WIB di Jalan Tol Sidoarjo – Surabaya Km 748.

Korbannya bernama RW dengan luka di pelipis kiri.

Terakhir, pelaku juga beraksi di Jalan Raya Babatan, Kecamatan Wiyung, Surabaya, tidak jauh dari kampus Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Korban menembak seorang pemulung berinisial K dengan luka tembak di bagian pinggang kanan.

Atas perbuatannya, ketiga pelaku dijerat pasal berlapis Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951. (Red)

By: @did

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *