Pengamanan Wilayah Perbatasan Indonesia Papua Nugini diperketat TNI Pasca Kerusuhan

Papua Nugini, sinarindonesia.id– Pengamanan di wilayah perbatasan Indonesia-Papua Nugini, diinstruksi Pangkogabwilhan III Letjen TNI Richard T.H. Tampubolon, untuk diperketat. Kesiapan itu dimantapkan guna mengantisipasi dampak kerusuhan yang terjadi di negara tetangga tersebut.

Dalam instruksinya, Richard, meminta khususnya kepada Satgas Pamtas Yonif 122/TS, yang berada di Kampung Skouw, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua, untuk tanggap dalam segala bentuk dan situasi.

Richard meyakini kerusuhan di Papua Nugini tersebut berpengaruh terhadap situasi pertahanan dan keamanan di perbatasan Indonesia-Papua Nugini.

“Kerusuhan yang terjadi di PNG perlu kita antisipasi, jangan sampai berimbas mengganggu situasi keamanan di perbatasan,” kata Richard dalam keterangan tertulis, kepada awak media, dikutip Minggu (14 Januari 2024).

Pihaknya mengharapkan, setiap anggota yang menjalani tugas jaga di perbatasan harus lebih waspada, terkait lintas negara, eksodus masyarakat PNG, penyelundupan senjata api, penyelundupan narkoba maupun tindak ilegal lainnya.

Sebelumnya, Richard juga telah menyampaikan tugas pengamanan perbatasan Yonif 122/TS adalah untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI, baik melalui kegiatan pembinaan teritorial dan komunikasi sosial dengan tetap mengedepankan faktor keamanan.

“Seperti perintah Panglima TNI yaitu ‘TNI yang prima’, bertugas harus mengikuti aturan dan perundangan, namun jangan karena mengutamakan kegiatan pembinaan teritorial dan komunikasi sosial di lapangan, kalian tidak waspada,” ucap Richard.

Dipastikan Richard, keberadaan Satgas ini juga membantu Pemda dan masyarakat agar lebih bersinergi terkait dengan pengamanan pelintas batas ilegal.

Dibeberkannya, kerusuhan terjadi di ibu kota Papua Nugini, bermula setelah sekelompok tentara, polisi, dan sipir, melakukan pemogokan usai pemotongan gaji tanpa alasan.

Warga yang tak puas dengan pemerintah ikut dalam aksi tersebut. Kerusuhan lalu menyebar hingga ke Kota Lae. Sejumlah orang menyerbu toko-toko melalui jendela kaca yang dipecah dan menjarahnya.

Dalam video yang ditayangkan televisi, juga memperlihatkan banyak kepulan asap hitam usai gedung-gedung dan mobil terbakar. Polisi sampai-sampai meluncurkan tembakan untuk membubarkan kelompok penjarah.

Buntut kerusuhan itu, pemerintah Papua Nugini menetapkan status darurat selama 14 hari. (Red)

By: @did

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *