Pengeroyokan Anggota Satpol PP ditangkap Pelaku Terbukti Konsumsi Narkoba

Jakarta, sinarindonesia.id– Lima orang warga yang diduga pelaku pengeroyokan terhadap anggota Satpol PP di dekat Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, ditangkap polisi. Mereka ditetapkan sebagai tersangka, karena terbukti melakukan penganiayaan dalam pengaruh narkotika.

“Empat dari lima orang yang ditetapkan sebagai tersangka, dinyatakan positif mengonsumsi narkoba. Hal itu didapatkan setelah polisi melakukan tes urine,” kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro, kepada awak media, Rabu (3 Januari 2024).

Dijelaskannya, beragam jenis narkotika yang digunakan tersangka. Pelaku berinisial LH, positif amfetamen atau menggunakan sabu, kemudian SM, positif amfetamin dan PHC atau ganja, kemudian SR positif amfetamin juga ganja, kemudian BD positif penggunaan sabu.

“Yang tidak mengkonsumsi narkotika, hanya tersangka AS, ini bersih,” bebernya.

Saat kejadian, Susatyo memaparkan peran lima orang tersangka yakni DB berperan memukul, SR dan SM berperan menarik, serta AS dan LH yang juga turut terlibat dalam pengeroyokan tersebut.

Dari hasil penyelidikan sementara, motif pengeroyokan itu adalah kesalahpahaman.

Pihaknya juga membeberkan, bahwa pelaku bukan anggota ormas, hanya pake jaket bertuliskan IKBT (Ikatan Keluarga Besar Tenabang).

Diberitakan sebelumnya, Dua orang anggota Satuan Polisi Papong Praja (Satpol PP), dikabarkan menjadi korban pengeroyokan di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Peristiwa pengeryokan itu kini viral di media sosial (Medsos).

Diamati dari video yang beredar, aksi pengeroyokan itu terjadi di depan Mal Plaza Indonesia. Kedua Satpol PP itu dikeroyok saat tengah bertugas di Jalan Kebon Kacang, Menteng, Jakarta Pusat.

Saat kedua tengah menjalani tugasnya sebagai keamanan, tiba-tiba didatangi sejumlah pria menggenakan baju hitam dan langsung memukul korban. Warga yang menyaksikan peristiwa tersebut berusaha memisahkan pertikaian tersebut.

Atas perbuatannya, kelima tersangka akan dijerat Pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. (Red)

By: H@did

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *