Penipuan Modus Love Scamming Melalui Aplikasi Kencan dibongkar Bareskrim Polri

Jakarta, sinarindonesia.id– Sindikat penipuan online dengan modus love scamming melalui aplikasi kencan seperti Bumble hingga Tinder jaringan internasional, berhasil dibongkar Bareskrim Polri. Dua orang warga negara asing (WNA) bersama 19 warga negara Indonesia, diamakan petugas.

“Sebanyak 19 warga negara Indonesia (WNI) dan 2 orang warga negara asing (WNA) kita amankan,” kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro, kepada awak media.

Dijelaskannya, mereka diamankan petugas di sebuah Apartemen Kondominium Tower 8, Mal Taman Anggrek, Jakarta Barat.

Kepada penyidik mereka mengaku, memainkan perannya dengan cara mengunggah foto milik orang lain untuk mengelabui korban yang sedang mencari pasangan lewat aplikasi kencan Tinder, Bumble, Okcupid, hingga Tantan.

“Disaat korban tertarik, disitu pelaku mulai melakukan upaya penipuan. Mereka meminta nomor handphone untuk berkomunikasi percintaan maupun mengirimi foto-foto seksi yang dapat meyakinkan korban,” ucapnya.

Dari komunikasi tersebut, pelaku mengajak korban berbisnis membuka akun toko online.

“Korban dibujuk untuk berbisnis menggunakan akun toko online dan membayar deposit sebesar Rp20 juta untuk pertama kali transfer,” lanjutnya.

Dari hasil penyelidikan sementara, selama menekuni profesi tersebut, sindikat love scamming mampu meraup keuntungan sebesar Rp40-50 miliar setiap bulannya.

“Aliran dana untuk transaksi penipuan menggunakan kripto. Setiap pekerja yang terlibat dalam kasus ini digaji sebesar Rp6 juta setiap bulannya,” ujarnya.

Pada tahap pertama penyidikan, Bareskrim Polri baru menetapkan 2 orang WNA asal China dan 1 WNI sebagai tersangka. Sementara sisanya masih dalam proses penyidikan lantaran korban penipuan dari perbuatan mereka merupakan WNA.

“Ratusan korban WNA tersebut tersebar di sejumlah negara seperti Amerika, Argentina, Brazil, Afrika Selatan hingga Jerman,”

Atas perbuatannya, para pelaku akan dijerat undang-undang 45 ayat (1) juncto 27 ayat (1) UU ITE juncto Pasal 55 dan atau Pasal 378 KUHP, dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara. (Red)

By: @did

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *