Penipuan Umroh Daftar Dua Bonus Satu dibongkar Polisi

Daerah, Headline, Kriminal100 Dilihat

Magelang, sinarindonesia.id– Penipuan bermodus umrah “daftar dua bonus satu” di Kota Magelang, Jawa Tengah, dibongkar aparat Kepolisian. Disepanjang tahun 2023, 14 orang menjadi korban dengan total kerugian mencapai Rp297 juta.

Kapolresta Magelang Kombes Pol Mustofa menuturkan pelaku sebelumnya adalah perantara yang bekerja di biro travel umrah resmi. Setelah itu pelaku membuat biro travel sendiri.

“Memberi iming-iming kepada korban jika mendaftarkan dua paket ibadah umrah sekaligus akan mendapat satu paket ibadah umrah gratis,” kata Kapolresta.

Dijelaskannya, para korban rata-rata tertarik membeli dua paket ibadah umrah sekaligus dan telah membayar lunas.

“Empat korban warga Magelang dan 10 lainnya dari luar Magelang,” ungkapnya.

Dalam melancarkan aksinya, pelaku memainkan modus Penipuan Daftar 2 Bonus 1. Mereka mendatangi rumah korban dan mengaku sebagai pemilik travel umrah Mutiara Mulia Wisata.

Setiap korban yang tertarik dan melunasi pembayaran, diberikan pelaku peralatan ibadah umrah berupa koper dan perlengakapan ibadah lainnya.

“Untuk meyakinkan para korbannya. Tersangka menjanjikan akan memberangkatkan umrah dengan tanggal yang ditentukan,” bebernya.

Lantaran tak kunjung diberangkatkan, akhirnya para korban melaporkan peristiwa tersebut ke polisi.

Dari hasil pemeriksaan sementara, kerugian yang dialami satu orang korban hampir mencapai Rp60 juta.

“Kerugian ada Rp 59,2 juta (untuk salah satu korban). Untuk dengan total 14 korban kerugian Rp 297 juta,” terang Kapolresta.

Kepada polisi, tersangka berinisial D, mengaku travel umrah miliknya tidak terdaftar di Kantor Kementerian Agama. Dia juga mengaku pernah memberangkatkan jemaah ibadah umrah dengan memakai travel milik orang lain.

“Kami bisa buat paspor, tapi visa nggak keluar (karena bukan agen resmi travel),” kata tersangka D.

Dijelaskannya, uang yang didapat gunakan untuk keperluan pribadi. Adapun paket yang ditawarkan bertarif Rp 28-30 juta.

“Paket sembilan hari. Jemaah berangkat dari Jakarta,” paparnya.

Atas perbuatannya, Tersangka dijerat Pasal 378 atau 372 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. (Red)

By: H@did

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *