Peristiwa Perundungan di Binus School Serpong Sudah Tradisi Setiap Generasi

Tanggerang, sinarindonesia.id– Penyidik Polres Tanggerang Selatan, menemukan dua motif yang mengakibatkan terjadi aksi bullying atau perundungan terhadap siswa di Sekolah Internasional Binus School Serpong. Salah satu motif yang menjadi perhatian Polisi, karena peristiwa tersebut merupakan tradisi untuk bisa bergabung dengan geng para pelaku.

“Kami menyimpulkan, bahwa motif perundungan itu cukup mencengangkan dan dua kali terjadi dalam bulan Februari,” kata Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Alvino Cahyadi kepada media, Jumat (1 Maret 2024)).

Adapun Motif pertama terkait dengan tradisi tidak tertulis untuk masuk dalam geng yang dilakukan para pelaku pada 2 Februari.

Kemudian, motif kedua diduga karena pelaku tidak terima lantaran korban menceritakan kejadian itu kepada kakaknya.

“Para pelaku melakukan kekerasan diduga karena mendapatkan informasi bahwa korban diduga menceritakan kegiatan tradisi yang terjadi pada tanggal 2 Fenruari itu kepada keluarganya,” ungkap Alvino.

Untuk saat ini, penyidik telah menetapkan empat orang tersangka dan delapan anak berkonflik dengan hukum (ABH).

Untuk empat tersangka itu masing-masing berinisial E (18), R (18), J (18) dan G (19). Sedangkan untuk delapan ABH tidak dibeberkan identitas.

“Pelaku yang ditetapkan sebagai pelanggar hukum dan tersangka, ada 12 orang dengan rincian 8 anak berkonflik dengan hukum dan 4 orang tersangka,” ucap Alvino.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 76C Jo Pasal 80 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 170 KUHP dan atau Pasal 4 ayat 2 huruf d Jo Pasal 5 UU Nomor 12 Tahun 2022 tentang Pidana Kekerasan. (Red)

By: @did

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *