Polisi Aniaya Rekannya Karena Istrinya Kalah Nyaleg dengan Perolehan 6 Suara

Kupang, sinarindonesia.id– Seorang anggota polisi di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), dikabarkan nekad menganiaya rekannya sendiri sesame polisi lantaran tidak terima perolehan suara istrinya yang merupakan caleg dijadikan bahan candaan. Istri pelaku yang mencalonkan diri sebagai caleg di Pemilu 2024, diketahui hanya meraup 6 suara di TPS Kelurahan Airnona, Kecamatan Kota Raja.

Sesuai informasi yang diperoleh di lapangan, polis berinisial RF merupakan anggota Polsek Oebobo, Polresta Kupang Kota, Polda NTT.

“Iya, benar ada penganiayaan yang dilakukan salah seorang anggota,” kata Kabid Propam Polda NTT, Kombes Pol. Domimicus Savio Yempormase, kepada media, dikutip Sabtu (17 Februari 2024).

Dijelaskannya, bahwa pelaku dan korban sudah saling kenal dan akrab. Sementara kata Savio, insiden pemukulan itu terjadi disebabkan istri dari RF ikut sebagai calon legislatif (caleg) tapi hasilnya tidak memuaskan.

“Istri pelaku itu ikut caleg, kemudian hasilnya tidak memuaskan dan sangat rendah,” ungkapnya.

Dari hasil penyelidikan sementara, pelaku menganiaya korban karena emosi saat korban bercanda yang dinilai sudah keterlaluan.

“Karena korban bercandanya dinilai keterlaluan, yang menjadi penyebab pelaku emosi,” ujarnya.

Disinggung tersebarnya informasi yang menyebutkan pelaku RF mengamuk karena korban diketahui telah dibayar bersama tim lainnya untuk memenangkan istri pelaku sat pemungutan suara.

“Informasi itu tidak benar, RF emosi karena telah membayar korban,” pungkasnya.

Diketahui, istri RF maju sebagai caleg dari daerah pemilihan V yang meliputi Kecamatan Kota Raja dan Kora Lama. Namun dari hasil penghitungan suara di salah satu TPS, istri pelaku hanya mendapatkan enam suara. (Red)

By: @did

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *