Prostitusi Online Anak di Bawah Umur Melalui MiChat diungkap Polisi

Kepri, sinarindonesia.id– Prostitusi online dengan sasaran anak di bawah umur, berhasil dibongkar Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Kepulauan Riau (Kepri). Korban terakhir yang ditemukan penyidik adalah seorang remaja Perempuan yang masih duduk di bangku sekolah menenga atas (SMA).

“Kami mengamankan dua orang muncikari melalui patroli cyber,” kata Dirreskrimsus Polda Kepri, Kombes Putu Yudha Prawira, kepada media.

Dijelaskannya, prostitusi online yang digeluti dua orang tersangka itu menggunakan aplikasi MiChat. Mereka berinisial RE (24) dan RA (18) menawarkan anak di bawah umur kepada pria yang ada di aplikasi tersebut.

“Prostitusi online itu menggunakan aplikasi MiChat. Mereka menawarkan anak di bawah umur,” ungkapnya.

Terbongkarnya kasus tersebut, diakui Yudha berkat undercover terhadap akun MiChat yang diduga memperdagangkan anak di bawah umur tersebut.

“Begitu berhasil, korban diajak ketemuan di sebuah hotel dan di interogasi, ternyata diketahui ia masih berusia 17 tahun,” bebernya.

Untuk sampai ke hotel, korban diantar kedua tersangka dan menunggu korban di parkiran. Polisi kemudian mengamankan keduanya.

“Mereka diamankan di parkiran hotel. Dari tangan salah satu pelaku diketahui sebagai pengelola akun MiChat tersebut,” lanjutnya.

Kepada penyidik, tersangka mengaku korban diperdagangkan untuk kencan singkat di harga Rp 600 ribu. Aktivitas itu telah dilakukan sejak satu tahun terakhir.

“Pelaku menawarkan perempuan di bawah umur dengan harga Rp 600 ribu untuk short time atau satu kali kencan,” sambungnya.

Atas perbuatannya, kedua tersangka akan dijerat pasal berlapis, undang-undang ITE dan undang-undang perdagangan orang dan pornografi.

“Adapun Pasal yang disangkakan yakni UU ITE juncto UU pornografi, junto UU perdagangan orang dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar,” pungkasnya. (Red)

By: @did

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *