PT ASDP Merak Dilaporkan ke Polisi Karena Menuduh 7 Karyawan Korupsi dan Dipecat

Daerah, Headline, Kriminal109 Dilihat

Banten, sinarindonesia.id– Tidak terima dituduh melakukan tindak pidana korupsi dan kemudain di pecat se-pihak.

PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak, dilaporkan tujuh orang mantan karyawannya ke polisi atas tuduhan pencemaran nama baik.

“Jadi klien kami dipecat lantaran dituduh korupsi. Namun, perusahaan tidak menjelaskan bukti-bukti korupsi yang dilakukan,” kata Kuasa Hukum eks karyawan PT ASDP Merak, Banten, Adelien Harjono, kepada media, Selasa (21 Mei 2024).

Dijelaskannya, selain harus menerima tuduhan pahit tersebut. Adelien juga menyebutkan bahwa kliennya juga tidak menerima PHK se-pihak yang dikeluarkan pihak yang dilaporkan.

“Klien kami korban PHK ini, mereka tidak menerima di-PHK secara sepihak karena dasar surat PHK itu mereka diduga melakukan korupsi,” ungkapnya.

Dalam surat pemecatan yang dikeluarkan PT ASDP, ujar Adelien, hanya menyertakan keterangan bahwa ketujuh orang itu melakukan tindakan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).

“Dalam surat itu, tidak dijelaskan perbuatan KKN seperti apa yang dilakukan tujuh mantan karyawan tersebut,” ujarnya.

Setelah diberikan surat pemecatan, ke tujuh eks karyawan itu juga disebut tidak diberi peringatan sebelumnya.

“Mereka dimutasi secara bergantian ke sejumlah daerah. Mutasi 6 bulan, baru 4 hari mutase surat pemecatan keluar,” ucapnya.

Terpisah, PT ASDP Indonesia Ferry menyatakan, keputusan PHK ketujuh orang itu sudah sesuai dengan perjanjian kerja bersama perusahaan.

“Ketujuh orang itu juga sudah dilakukan pemeriksaan oleh internal Perusahaan,” kata Corporate Secretary ASDP, Shelvy Arifin, kepada media.

Dijelaskannya, untuk hal itu pihaknya mengaku telah melakukan tahapan penyelesaian perselisihan hubungan industrial sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial. (Red)

By: @did

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *