Puluhan Warga Konsumsi Daging Hewan Mati Akibat Antraks di Uji Sero Survey

Sleman, sinarindonesia.id– 26 orang warga di Dusun Kalinongko Kidul, Gayamharjo, Prambanan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), disambangi Dinas Kesehatan untuk mengikuti Uji sero survey (pengambilan sampel darah). Hal itu dilakukan petugas medis, setelah puluhan warga dikabarkan mengalami diare, hingga demam usai mengkonsumsi daging hewan ternak mati diduga terjangkit antraks.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sleman, Khamidah Yuliati, saat dikonfirmasi mengatakan pengambilan sampel darah itu ditujukan untuk memastikan efek dari konsumsi daging hewan terjangkit antraks.

“Mereka yang diambil sampel adalah warga yang mengaku mengalami diare, pusing, muntah, sakit perut hingga demam usai mengonsumsi daging hewan ternak mati diduga karena terjangkit antraks,” kata Yulianti, kepada media, Sabtu (9 Maret 2024).

Dijelaskannya, untuk saat ini pihaknya baru melakukan uji sero survei atau pengambilan sampel darah kepada 26 orang warga dan satu swab kulit. Adapun sampel darah yang diambil nantinya akan diuji di laboratorium.

“26 sampel darah warga itu bisa saja terdeteksi kontak langsung dengan binatang dan bisa juga yang makan dagingnya,” ungkap Yulianti.

Diberitakan sebelumnya, Tujuh ekor hewan ternak milik sejumlah warga di Dusun Kalinongko Kidul, Gayamharjo, Prambanan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dikabarkan mati mendadak diduga terjangkit antraks. Ketujuh ternak yang dilaporkan mati tersebut, terjadi dalam waktu yang berbeda-beda.

“Ada satu sapi dan enam kambing di wilayahnya yang mati diduga karena antraks. Ketujuh ternak tersebut mati dalam waktu berbeda-beda,” kata Kepala Dusun Kalinongko Kidul, Marjoko, kepada media, dikutip Sabtu (9 Maret 2024).

Dijelaskannya, ada empat ekor yang mati secara bersamaan sekitar tanggal 10-11 Februari 2024 lalu. Satu ekor langsung dikubur lantaran ditemukan dalam kondisi mati.

“Sementara tiga ekor lainnya digorok atau disembelih sebelum dibrandu alias dibagi-bagikan ke warga sekitar,” sambungnya.

Setelah kejadian itu, satu ekor sapi milik warga setempat juga menyusul mati setelah sempat sekarat dan disembelih. Lagi-lagi, dagingnya dibagikan ke sejumlah warga.

“Kami bagikan ke warag, dibagikan kepada 30an kepala keluarga,” ungkapnya.

Bahkan kata Marjoko, daging ternak itu dimakan oleh lebih dari 50 orang. (Red)

By: @did

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *