Pungli Lapas Sleman Melibatkan Oknum Pejabat Dibidik Polisi

Sleman, sinarindonesia.id– Dugaan pungutan liar (Pungli) di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B, Sleman, Yogyakarta, dibidik Kepolisian Resort Kota Setempat.

Penyelidikan itu dimulai setelah penyidik mendapatkan laporan dari sejumlah keluarga warga binaan.

Kasat Reskrim Polresta Sleman AKP Riski Adrian, mengatakan dari laporan tersebut pihaknya mulai melakukan pemeriksaan dan mengumpulkan alat bukti.

“Iya benar, dugaan pungutan liar. Saat ini dalam proses penyelidikan,” kata Adrian, kepada media, dikutip Rabu (23 Mei 2024).

Dijelaskannya, laporan yang kami terima dari keluarga warga binaan itu salah satunya adalah mengenai dugaan pungutan liar pada awal tahun 2024 silam.

“Laporan kejadian pungli itu disampaikan terjadi pada awal tahun atau bulan Januari akhir kemarin,” ungkapnya.

Untuk saat ini, kata Adrian, belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Semuan masih dalam tahap penyelidikan.

Terpisah, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham DI Yogyakarta (DIY), Agung Aribawa, saat dikonfirmasi mengatakan kasus tersebut terjadi pada tahun 2023 lalu sekitar bulan November.

“Iya benar, kasus itu terjadi pada akhir tahun 2023 lalu. Dimana oknum dari salah satu pegawau melakukan pelanggaran disiplin pelayanan terhadap warga binaan,” kata Agung, kepada media.

Dijelaskannya, adapun oknum pegawai tersebut merupakan salah satu pejabat struktural di Lapas Kelas II B Sleman.

“Yang bersangkutan berinisial M. Kemudian yang bersangkutan memang melakukan pelanggaran kedisiplinan dalam bentuk pungutan liar,” ucapnya.

Dibeberkan Agung, modus pungutan liar yang dilakukan oknum tersebut dengan memanfaatkan posisi sebagai pejabat struktural.

“Salah satu pelanggaran yang dilakukan adalah untuk mendapatkan kamar yang bagus. Sementara untuk hal lainnya kami tidak bisa mengungkapkannya karena kewenangan penyidik yang menyampaikannya,” pungkasnya.

Atas kejadian itu, Agung juga menegaskan bahwa setiap pelanggaran tersebut tidak bisa dibenarkan. Lapas harus bersih dari tindakan-tindakan pelanggaran seperti pungutan liar tersebut. (Red)

By: @did

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *