Rafael Alun divonis 14 Tahun Penjara dan Bayar Uang Pengganti Rp10 Miliar

Jakarta, sinarindonesia.id– Eks pejabat Direktorat Jendral (Ditjen) Pajak Rafael Alun Trisambodo, divonis hukuman 14 tahun penjara dan denda sebesar Rp500 juta subsider 3 bulan kurungan. Hukuman itu belum termasuk pidana tambahan berupa uang pengganti sebesar Rp10 miliar.

Majelis hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat menyatakan Rafael terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi menerima gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

“Menjatuhkan pidana tambahan kepada terdakwa sebesar Rp10.079.095.519,” ujar ketua majelis hakim Suparman Nyompa saat membacakan amar putusan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin (8 Januari 2024).

Pidana tambahan berupa uang tersebut, harus dibayarkan dalam jangka waktu paling lama satu bulan setelah putusan pengadilan yang memiliki kekuatan hukum tetap atau inkrah.

Jika persoalan itu dilanggar, maka harta benda Rafael disita dan dilelang oleh jaksa untuk menutupi uang pengganti.

Sementara, jika Rafael tidak mempunyai harta benda yang cukup, maka diganti pidana penjara selama tiga tahun.

Adapun hal yang memberatkan Rafael pada kasus tersebut adalah perbuatan tidak mendukung program pemerintah dalam tindak pidana korupsi.

Sementara hal yang meringankan, yakni terdakwa telah bekerja kepada negara sebagai pegawai negeri sipil (PNS) selama lebih 30 tahun, terdakwa memiliki tanggungan keluarga, dan terdakwa belum pernah dihukum.

Pihak terdakwa maupun jaksa menyatakan pikir-pikir atas vonis hakim tersebut.

Vonis yang diputuskan hakim itu, sedikit lebih ringan dari tuntutan jaksa KPK yang menginginkan Rafael dihukum dengan pidana 14 tahun penjara dan denda sebesar Rp1 miliar subsider enam bulan kurungan serta pidana uang pengganti Rp18,9 miliar subsider tiga tahun penjara. (Red)

By: H@did

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *