Ratusan Tempat Produksi Minyak Ilegal di Batanghari Ditutup Tim Gabungan

Batanghari, sinarindonesia.id– Ratusan sumur minyak ilegal di Desa Bungku, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi, dikabarkan ditutup paksa aparat gabungan.

Penutupan itu sebagai langkah penghentian aktivitas penambangan minyak ilegal di Provinsi Jambi.

Kasi Intel Korem 042 Garuda Putih, Kolonel Infantri M. Imasfy, mengatakan penutupan paksa aktivitas penambangan minyak tersebut akan dilakukan secara bertahap dengan target 149 sumur yang diketahui.

“Saat ini, kami baru berhasil menutup 30 sumur minyak ilegal. Sementara untuk lokasi lainnya akan terus bergulir hingga tujuh hari ke depan,” kata Imasfy, kepada media, dikutip Selasa (7 Mei 2024).

Dijelaskannya, penutupan sumur tersebut menjadi target penutupan paksa dengan harapan tidak ada lagi aktivitas penambangan minyak ilegal di Jambi.

Dalam pelaksanaan penutupan tersebut, tim gabungan yang melibatkan TNI-Polri itu tidak menemukan satu orang pekerja-pun di lokasi.

“Kami tidak menemukan pekerja di lokasi penutupan,” ungkapnya.

Dari catatan direktorat reserse kriminan khusus (Ditreskrimsus) Polda Jambi, pengoperasian sumur minyak ilegal itu sudah berlangsung lama dan berdampak pada kerusakan lingkungan.

“Jadi penutupan itu dilakukan secara permanen dengan menggunakan semen,” kata Kasubdit Tipiter Ditreskrimsus Polda Jambi Reza Khomeini.

Diungkapkan Reza, upaya penghentian pengoperasian pengolahan minyak ilegal itu sebenarnya sudah berulang kali diserukan pemerintah untuk segera dihentikan.

Namun, berdasarkan hasil investigasi tim, aktivitas penambangan minyak tanpa izin itu dikabarkan telah meluas hingga merambah ke Taman Hutan Raya (Tahura) Batanghari.

“Aksi itu kucing-kucingan karena diduga adanya perlindungan dari oknum pemerintahan tertentu,” ucapnya.

Diketahui, akibat menjamurnya jumlah penambang minyak ilegal tersebut telah mengakibatkan kebakaran di Taman Hutan Raya, Kabupaten Batanghari, Jambi.

Bahkan, ada beberapa titik lokasi, kobaran api tidak kunjung padam hingga tiga pekan berlalu. (Red)

By: @did

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *