Rekening Perusahaan Diblokir Kejagung, 600 Pekerja Kebun Sawit di PHK

Bangka Tengah, sinarindonesia.id– Ratusan karyawan Perkebunan kelapa sawit di Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, terancam harus menghadapi pemutusan hubungan kerja (PHK).

Dua Perusahaan besar yakni CV MAL dan CV MHL, dilaporkan tidak bisa beroperasi, karena rekening perusahaan diblokir Kejaksaan Agung (Kejagung).

Pemblokiran itu dilakukan, terkait aliran dana dalam kasus dugaan korupsi tata niaga timah, dengan total kerugian negara mencapai Rp 271 Triliun.

Sementara, pemilik perkebunan atas nama Thamron alias Aon saat ini ditahan Kejagung atas dugaan korupsi tersebut.

“Atas kejadian itu, kami saat ini tengah melakukan koordinasi dengan penyelenggaran jaminan sosial,” kata Kabid Tenaga Kerja Pemkab Bangka Tengah, Musnia, kepada media, Minggu (19 Mei 2024).

Dijelaskannya, bahaw situasi tersebut adalah masalah besar yang harus dicarikan Solusi penyelesaian masalahnya.

“Ini persoalan serius. Kini kita harus mencari jalan keluar untuk membayar hak pegawai atau pekerja,” ungkapnya.

Sesuai laporan yang diterima Dinas Tenaga Kerja Bangka Tengah, bahwa operasional Perusahaan itu tidak dapat berjalan karena pemblokiran rekening.

“Hal ini akibat pemblokiran rekening. Jadi ada sekitar 600 karyawan yang gajinya tertunda,” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Dinas Tenaga Kerja Bangka Tengah memastikan bahwa tidak ada Keputusan PHK resmi.

Para pekerja yang dimaksud, saat ini berstatus di rumahkan tanpa ada informasi lebih jauh terkait Nasib pekerjaan dan lainnya. (Red)

By: @did

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *