Remaja Diduga Tewas ditembak Polisi Keluarga Tolak Autopsi Bertikai dengan Polisi

Daerah, Headline, Kriminal162 Dilihat

Sumatera Utara, sinarindonesia.id– Upaya pengungkapan kasus penembakan terhadap seorang remaja berinisial RF (17) oleh oknum Polisi di Kecamatan Medan Belawan, Sumatera Utara, berujung kericuhan. Pihak keluarga korban yang menolak untuk dilakukan autopsi, terlibat cekcok dengan penyidik kepolisian.

“Hal itu dipicu karena persoalan autopsi korban RF yang diduga ditembak Polisi,” kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi, kepada awak media, Kamis (18 Januari 2024).

Dijelaskannya, bahwa benar keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi. Namun, setelah diberikan penjelasan, keluarga akhirnya menyetujui autopsi tersebut.

“Pihak keluarga korban awalnya menolak autopsi. Setelah diberikan penjelasan oleh polisi dan petugas medis terkait tujuannya, dan keluarga paham dan akhirnya menyetujuinya,” ungkapnya.

Hadi Wahyudi mengatakan autopsi itu dilakukan untuk kepentingan penyelidikan terkait kematian korban.

“Semua itu dilakukan untuk kepentingan penyelidikan polisi,” ucapnya.

Diketahui, keluarga korban RF sempat cekcok dengan personel polisi di RS Bhayangkara. Kejadian itu Rabu (17 Januari 2024) sekitar pukul 22.20 WIB, keluarga RF dan kuasa hukumnya ramai berada di depan kamar jenazah RS Bhayangkara.

Dari pantauan dilokasi kejadian, percekcokan itu terjadi dipicu persoalan jenazah RF diautopsi atau tidak.

Pihak keluarga tidak ingin jenazah RF diautopsi. Sedangkan polisi sebaliknya.

Merasa kesal, ibu dan kakak RF sampai nekat membawa jenazah RF keluar dari kamar jenazah. Dengan isak tangis dan teriakan, mereka mengangkat jenazah RF agar dimasukkan ke dalam mobil dan dibawa pulang.

Saat itu, pihak kepolisian tetap berusaha menghentikan aksi itu dan mencoba untuk memberikan penjelasan. Cekcok mulut pun terus terjadi.

Adela Mandasari (30) kakak korban, mengakui percekcokan itu terjadi karena persoalan seluruh tubuh jenazah hendak dibedah. Alhasil, keluarga tak menyetujuinya. (Red)

By: @did

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *