RS Indonesia dituding Tampung Kelompok Hamas Korban Tewas 10 Ribu Lebih

Jakarta, sinarindonesia.id- Rumah Sakit Indinesia dituding Israel sebagai tempat penampungan kelompok Hamas. Mereka menyebut Rumah Sakit tersebut digunakan sebagai otoritas Jalur Gaza untuk menyembunyikan markas operasinya di bawah tanah, kata Pemerintah PM Benjamin Netanyahu.

Rumah Sakit Indonesia membantah tuduhan militer Israel itu, Senin (6 November 2023). Tudingan serupa juga ditujukan kepada rumah sakit utama Gaza, RS al-Shifa dan RS Sheikh Hamad yang didanai Qatar.

“Kami membangun rumah sakit ini untuk membantu orang lain, sesuai dengan kebutuhan warga Gaza,” kata Ketua MER-C Sarbini Abdul Murad seperti dikutip Reuters.

“Apa yang menjadi tudingan Israel merupakan prasyarat agar mereka dapat menyerang rumah sakit Indonesia di Gaza,” kata  kelompok relawan tersebut.

Sebelumnya, juru bicara militer Israel (IDF) Brigjen Daniel Hagari mengatakan markas Hamas berada di bawah sejumlah Rumah Sakit di Gaza, termasuk Rumah Sakit Indonesia di Gaza bagian utara, Minggu (5 November 2023). Dia pun membandingkan citra satelit area Rumah Sakit sejak tahun 2010 di mana terdapat post Hamas di dekatnya.

“Mereka membangun Rumah Sakit di atas fasilitas teror mereka (Hamas),” katanya dalam pernyataannya yang disiarkan langsung i24News.

Menurutnya, Hamas secara sistematis menggunakan rumah sakit sebagai bangunan untuk menyamarkan operasi mereka. Sekaligus ‘perisai’ apabila pasukan Israel melakukan serangan udara ke sana.

“Mereka (Hamas) tahu secara pasti jika Israel melakukan serangan balasan ke sana, maka akan mengenai Rumah Sakit,” tuturnya.

Diketahui, Rumah Sakit Indonesia merupakan merupakan satu-satunya rumah sakit operasional yang tersisa di bagian utara Gaza. Banyaknya jumlah korban, memaksa rumah sakit untuk bekerja 50 kali lipat melebihi kapasitasnya karena kekurangan pasokan medis dan bahan bakar.

Jumlah korban pembantai Israel hingga Senin (6 November 2023)

Kementerian Kesehatan di Gaza mengatakan jumlah korban tewas warga Palestina akibat serangan membabi buta Israel telah melonjak lebih dari 10.000 orang, 4.000 lebih diantaranya adalah anak-anak.

Ashraf al-Qudra, juru bicara Kementerian Kesehatan, mengatakan pada konferensi pers bahwa serangan udara militer Israel membunuh 10.022 orang dan melukai lebih dari 25.000 lainnya. Korban tewas termasuk 4.104 anak-anak dan 2.641 perempuan, tambahnya.

Al-Qudra juga mengatakan Kementerian Kesehatan telah menerima laporan sekitar 2.350 orang hilang di bawah reruntuhan, termasuk sekitar 1.300 anak-anak.

Dalam beberapa jam terakhir, katanya, pesawat tempur Israel menargetkan tiga rumah sakit yang berdekatan di Kota Gaza, termasuk rumah sakit mata, rumah sakit jiwa, dan Rumah Sakit Anak Al-Rantisi.

Penargetan Israel terhadap tiga rumah sakit menyebabkan delapan warga Palestina tewas dan 125 lainnya terluka, menurut juru bicara tersebut.

Jumlah yang dirilis pada Senin, menandai tonggak sejarah yang suram dalam kekerasan yang menjadi paling mematikan dalam konflik Israel-Palestina sejak 1948.

Perang tersebut meletus pada 7 Oktober ketika militan Hamas menyerbu masuk ke Israel dari Gaza dan menewaskan lebih dari 1.400 orang dan menyandera sekitar 240 orang lainnya dalam aksi yang digambarkan Israel sebagai serangan paling mematikan terhadap orang Yahudi sejak Holocaust.

Israel menanggapinya dengan serangan udara besar-besaran ke wilayah pemukiman, rumah sakit hingga toko roti, yang diikuti dengan invasi darat.

Kementerian Kesehatan mengatakan 292 orang tewas di Gaza pada Minggu, sehingga jumlah korban tewas menjadi 10.022 orang, tanpa membedakan antara pejuang dan warga sipil. Sebagian besar korban tewas diyakini tewas dalam serangan udara Israel, meskipun Israel mengatakan lebih dari 500 roket yang diluncurkan oleh militan Palestina telah mendarat di Gaza. (red)

By: Hadid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *