Sadis!! Pria Tewas ditebas Kakak Ipar Hingga Leher Nyaris Putus

Daerah, Headline, Kriminal138 Dilihat

Lombok Timur, sinarindonesia.id– Warga Desa Bungtiang, Kecamatan Sakra Barat, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), dihebohkan dengan peristiwa tewasnya seorang pria setelah ditebas kakak iparnya sendiri. Leher korban, dilaporkan nyaris putus akibat sabetan senjata tajam jenis parang.

Kasi Humas Polres Lombok Timur Iptu Nicolas Oesman, saat dikonfirmasi mengungkapkan peristiwa pembunuhan itu terjadi saat korban bernama Jep, cekcok dengan istrinya, Ida Nurwasitah (19).

“Korban mengamuk lantaran tidak disediakan makan malam seusai pulang nongkrong dan mabuk bersama teman-temannya,” sambung Nicolas.

Dijelaskannya, Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.35 Wita, Jum’at (8 Maret 2024) di rumah korban.

“Saat kejadian korban diketahui mengonsumsi miras jenis tuak bersama enam temannya. Setelah pulang memarahi istrinya,” kata Nicolas, kepada media, Sabtu (9 Maret 2024).

Diungkapkannya, dalam kondisi mabuk korban sempat melempar istrinya dengan kayu. Dia juga mengancam akan membunuh Ida dengan parang.

“Ida yang ketakutan langsung lari ke rumah mertuanya yang tidak jauh dari rumahnya,” lanjut Nicolas.

Korban yang tersulut emosi mengejar istrinya itu dan sempat menampar pipi istrinya dua kali.

“Korban dan pelaku sempat dilerai oleh dua tetangganya yakni Abel (17) dan Diki (21) yang berada di TKP,” ungkapnya.

Saat itu, Ida diminta pulang oleh korban untuk menyediakan makan. Namun, sebelum pulang, Ida sempat menghubungi kakaknya berinisial SP. Ida mengadu akan dibunuh oleh korban.

“Istri korban mengirimkan pesan melalui WhatsApp dan panggilan untuk meminta tolong karena dipukul oleh korban dan diancam akan dibunuh,” ucapnya.

Korban dan istrinya, saat itu pulang ke rumah. Sementara kakak ipar Ida yang mendapatkan pesan tersebut, tiba-tiba sampai di rumah Jep menggunakan Honda Scoopy bersama rekannya, Muhammad Izwan Hamdi (24).

“Di TKP SP langsung masuk ke dalam rumah korban. Dia mengamuk dan langsung menebas kepala Jep menggunakan parang sebanyak tiga kali,” ujarnya

Peristiwa pembantaian itu dilihat oleh Ida yang langsung berteriak meminta tolong. Warga di sekitar TKP pun datang mengejar SP yang kabur. Saat itu, SP langsung menyerahkan diri ke Polsek Sakra Barat.

“Jasad korban kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Mataram untuk diautopsi,” pungkasnya.

Guna penyelidikan lebih lanjut, penyidik kini juga memeriksa sejumlah saksi termasuk istri korban dan sejumlah keluarganya. (Red)

By: @did

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *