Sopir Taksi Kritis Dianiaya WNA, Pelaku Dideportasi

Bali, sinarindonesia.id– Seorang sopir taksi di Kabupaten Badung, Bali, dikabarkan menjadi korban penganiayaan Warga Negara Asing (WNA).

Pelaku yang terbukti melakukan hal itu, kini dideportasi Kantor Imigrasi Ngurah Rai dan diusulkan dilarang kembali ke Indonesia.

“Pelaku WNA, telah diddeportasi dan namanya diusulkan dilarang kembali ke Indonesia,” kata Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Suhendra, kepada media, dikutip Senin (6 Mei 2024).

Dijelaskannya, sesuai ketentuan keimigrasian, WNA berinisial MJ itu dijerat pasal 75 ayat 1 tentang Keimigrasian.

“Sehingga yang bersangkutan dideportasi dan diusulkan masuk daftar penangkal masuk wilayah Indonesia,” ungkapnya.

Diketahui, MJ masuk ke Indonesia pada 18 April 2024 melalu Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai memakai Visa on Arrival (VOA) dengan izin tinggal sampai 17 Mei 2024.
“Yang bersangkutan berurusan dengan Polisi karena menganiaya sopir taksi di sentral parkir Kuta,” ucapnya.

Terpisah, Kapolsek Kuta I Ketut Agus Pasek Sudina mengatakan MJ ditangkap di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai saat ingin melarikan diri ke Australia.

“MJ ditangkap atas dugaan penganiayaan terhadap sopir taksi bernama Putu Arsana saat mengantar tamu menuju hotel,” kata Agus, kepada media.

Saat itu, Putu Arsana terjebak macet dan kendaraan menghalangi laju kendaraan pelaku.

“MJ yang kesal dengan situasi itu, kemudian turun dari kendaraannya dan memukul kaca mobil korban hingga berujung keributan,” pungkasnya. (Red)

By: @did

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *