Timor Leste Gudang Penampungan Kendaraan Curian yang disimpan Pusat Zeni Angkatan Darat

Jakarta, sinarindonesia.id– Tiga anggota TNI AD dan dua warga sipil yang terlibat dalam pencurian ratusan kendaraan bermotor yang ditemukan di Gudang Pengembalian dan Pengiriman Pusat Zeni Angkatan Darat (Pusziad), ditetapkan sebagai tersangka.

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Wira Satya Triputra mengatakan Pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan masyarakat yang diterima Polda Metro Jaya pada 2 Januari 2023. Dalam laporan itu, korban adalah dua warga dan lembaga pembiayaan kredit.

Dalam penyelidikan yang dilakukan kepolisian, membuahkan hasil dengan menangkap dua tersangka yang merupakan warga sipil berinisial M dan EI.

“Tersangka M berperan sebagai pengepul dari kendaraan tersebut yang nantinya akan dikirim ke Timor Leste. Sedangkan tersangka EI pengepul sekaligus yang memberikan biaya untuk pengiriman ke Timor Leste,” kata Wira Satya Triputra, dalam konferensi pers, Rabu (10 Januari 2024).

Dijelaskannya, dari keterangan dua warga sipil tersebut, petugas kemudian bergerak dan menemukan sebanyak 46 mobil dan 214 motor tersimpan di Gudang Balkir Pusziad, Sidoarjo, Jawa Timur.

“Seluruh barang bukti kendaraan itu telah dibawa ke Polda Metro Jaya,” Ungkapnya.

Dari pengakuan tersangka, mereka membeli kendaraan dari warga (debitur) yang tidak bisa membayar utang cicilan. Kemudian, kendaraan disimpan dan ditampung di gudang.

“Adapun kendaraan yang diperoleh tersangka, tidak berdokumen alias identitas palsu. Kendaraan itu didapat dari berbagai wilayah di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur,” ucapnya.

Informasi yang diperoleh polisi, rata-rata kendaraan itu dibeli atau diperoleh tersangka tanpa dilengkapi Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) ataupun Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB).

“Selama disimpan di Gudang Balkir Pusziad, tersangka menyiapkan kontainer untuk mengirim kendaraan ke Timor Leste melalui Pelabuhan Tanjung Perak,” lanjutnya.

Ditambahkan Wira, di Timur Leste sudah ada pemesan yang akan menampung kendaraan curian tersebut.

“Pengiriman tersebut biasanya dilakukan dalam tempo, bisa sebulan sekali atau dua bulan sekali. Tergantung dari pada berapa besar kendaraan yang sudah bisa ditampung,” bebernya.

Pengakuan para tersangka, aksi tersebut sudah berlangsung sejak tahun 2022. Para tersangka biasanya membeli sepeda motor hasil kredit macet seharga Rp8 juta-Rp10 juta dan dijual ke Timor Leste dengan harga Rp15 juta-Rp20 juta.

Sedangkan mobil biasanya dibeli dengan harga Rp60 juta-Rp120 juta dan bisa dijual ke Timor Leste seharga Rp100 juta-Rp200 juta.

“Setiap bulannya tersangka bisa berpenghasilan mencapai Rp400 juta. Jika dikalkulasikan setiap tahunnya bisa meraup keuntungan mencapai angka Rp3-4 miliar,” pungkasnya.

Atas perbuatannya, dua tersangka warga sipil dijerat Pasal 363 KUHP dan atau Pasal 460 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP dan atau Pasal 45 dan atau Pasal 36 UU Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia dengan ancaman hukuman paling lama tujuh tahun penjara.

Sementara tiga anggota TNI AD yakni Mayor Czi BP, Kopda AS, Praka J, dijerat Pasal 408 KUHP dan atau Pasal 56 KUHP dan atau Pasal 126 KUHPM dan atau Pasal 103 KUHPM. (Red)

By: H@did

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *