TNI AD Merilis Jumlah Korban Penganiayaan Prajurit TNI 7 Orang

Boyolali, sinarindonesia.id– Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) merilis jumlah korban penganiayaan Prajurit TNI di depan markas Kompi B Yonif Raider 408/SBH, Boyolali, Jawa Tengah, sebanyak tujuh orang. Mereka menjadi korban penganiayaan saat baru pulang dari kampanye Capres Ganjar Pranowo.

“Data yang kami peroleh ada tujuh orang masyarakat mengalami luka-luka,” kata Kadispenad Brigjen Kristomei Sianturi, dalam keterangan tertulis, kepada media.

Berdasarkan informasi dari masyarakat, TNI menyimpulkan, para korban menjadi sasaran amukan prajurit TNI saat baru kembali dari kampanye Capres Ganjar Pranowo.

“Para korban adalah masyarakat yang baru kembali dari kampanye salah satu capres,” ungkap Kristomei.

Dijabarkannya, ke tujuh korban itu adalah Slamet Andono (26), Arif Diva (20), Jaya Iqbal (22), Dimas Irfandi (22), Yanuar (22), Parjono (51), dan Lukman (19).

Saat ini, Kodam IV/Diponegoro telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk membantu pengobatan bagi para korban.

“Kami telah berkoordinasi dengan para pihak terkait untuk membantu pengobatan terhadap para korban,” bebernya.

Diketahui, relawan Ganjar menjadi korban penganiayaan prajurit TNI di depan markas Kompi B Yonif Raider 408/SBH di Boyolali pada Sabtu (30 Desember 2023).

Peristiwa itu disebut TNI terjadi secara spontan karena kesalahpahaman dua belah pihak. Sebab, saat prajurit sedang bermain bola voli, terdengar suara knalpot brong yang gasnya digeber oleh pemotor yang sedang melintas. (Red)

By: H@did

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *