Tunaikan Mahar Rp 50 Juta, Warga Peroleh Uang Palsu Rp 6,5 Miliar

Sumedang, sinarindonesia.id– Seorang pria di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, dikabarkan menjadi korban penipuan dengan modus penggandaan uang menggunakan uang palsu. Sebelum ritual penggandaan uang itu dilakukan, korban diwajibkan menyerahkan uang tunai senilai Rp 50 juta sebagai mahar.

Kapolres Sumedang AKBP Joko Dei Harsono, saat dikonfirmasi membenarkan adanya informasi tersebut.

“Iya benar, dari laporan yang kami terima melalui Satuan Reserse Kriminal pada Minggu (31 Maret 2024), menyebutkan dugaan penipuan tersebut,” kata Joko, kepada media, Minggu (31 Maret 2024).

Dijelaskannya, bahwa sekitar Febuari 2024, korban berinisial GG menemui temannya, A, dan menanyakan apakah ada yang bisa memberikan modal untuk usaha. Teman korban berinisial A memberitahu ada seseorang yang bisa memberikan modal yang dimaksud yaitu melalui terduga pelaku berinisial H.

“Begitu korban GG menghubungi H, dan ia membenarkan bisa memberikan uang pinjaman dengan syarat korban harus memberikan uang ijab kabul,” ungkapnya.

Diungkapkan Joko, dari komunikasi awal tersebut, korban kemudian diperlihatkan H, bahwa di dalam peti miliknya terdapat uang Rp 6,5 miliar.

“Mengetahui hal tersebut, GG tergiur, dan pada saat itu, tanggal 18 Maret 2024, korban mendatangi lokasi yang ditentukan H. Sebelum bertemu, korban GG diminta untuk menyerahkan uang mahar sebesar Rp 50 juta tersebut,” ucapnya.

Setelah hal itu dilakukan, korban GG dijemput seseorang bernama R, dan diarahkan ke rumah yang beralamat di Dusun Sukamanah, Desa Cisurat, Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang.

“Sesampainya di lokasi, ada sesepuh atau ustaz bernama AD yang sudah menunggu dan memberikan arahan kepada korban untuk berwudhu,” sambungnya.

Setelah hal itu dilakukan, korban kemudian diperlihatkan di dalam sebuah kamar ada uang di dalam peti, lalu setelah itu korban diminta berzikir.

“Jadi disaat korban berzikir, para pelaku kemudian melarikan diri dan ketika dicari tahu, rumah tersebut disewa oleh H,” terangnya.

Begitu mengetahui para pelaku sudah tidak di lokasi, korban kemudian membuka peti dengan total Rp 6,5 miliar tersebut ternyata uang palsu.

Dari informasi itu, penyidik kini melacak lokasi pelarian pelaku yang identitasnya sudah diketahui. Sementara sejumlah saksi, termasuk warga sekitar telah dimintai keterangan. (Red)

By: @did

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *