Unissula Mengkaji Desakan Pencopotan Gelar Profesor Anwar Usman

Daerah, Headline545 Dilihat

Semarang, sinarindonesia.id- Desakan pencabutan gelar Profesor atau guru besar kehormatan Anwar Usman, masih dalam kajian Universitas Islam Sultan Agung atau Unissula. Gelar tersebut diberikan kepada mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu pada 11 Maret 2022.

Rektor Universitas Islam Sultan Agung atau Unissula Gunarto mengatakan akan mengkaji desakan pencopotan gelar profesor atau guru besar kehormatan Anwar Usman dari kampus yang dipimpinnya. Menurut Gunarto, ada sejumlah sejumlah mekanisme yang mesti dilalui ketika akan mencopot gelar guru besar kehormatan.

“Akan dikaji dulu secara mendalam usulan tersebut,” katanya Jumat (10 November 2023). Unissula akan memanggil kedua belah pihak untuk dimintai penjelasan akademis.

“Untuk pencopotan harus memanggil pengusul, terusul, dengan argumentasinya masing-masing,” kata Gunarto.

Dari hasil pertemuan itu, kemudian akan di serahkan kepada Senat perguruan tinggi yang beralamat di Jalan Kaligawe Kota Semarang. Persetujuan pencopotan atau tetap dipertahankan gelar guru besar kehormatan ada di tangan Senat Unissula.

Gunarto pun menjelaskan sejumlah pertimbangan ketika memberikan gelar profesor kehormatan kepada Anwar Usman. Adik ipar Presiden Joko Widodo itu dinilai mampu memutus dengan adil sejumlah sengketa yang disidang di Mahkamah Konstitusi.

“Menghasilkan prestasi luar biasa telah memutus dengan adil pilpres 2019 yang diajukan ke MK dan Indonesia lepas dari perpecahan kubu,” ungkap Gunarto. Kemudian Anwar Usman dinilai memiliki sejumlah karya akademik di bidang ilmu hukum.

“Memiliki artikel di jurnal internasional terindex scopus. Serta dinilai tiga guru besar di bidang hukum serta disetujui senat universitas,” tambah Gunarto.

Dijelaskan Gunarto, selama ini Anwar Usman juga aktif dalam berbagai aktivitas akademik di Unissula.

“Mengisi dan mengajar di S3 ilmu Hukum, mengisi kuliah pakar di Unissula, penguji ujian tertutup dan terbuka di program doktor ilmu hukum di Unissula, melakukan riset bersama dengan dosen Fakultas,” ujarnya.

Desakan pencopotan gelar profesor kehormatan Anwar Usman muncul setelah Majelis Kehormatan MK memutuskan yang bersangkutan melanggar berat kode etik kehakiman. Anwar Usman juga telah dicopot dari jabatannya.

Adapun desakan pencabutan gelar guru besar Anwar Usman disampaikan oleh Kaukus Indonesia untuk Kebebasan Akademik (KIKA). Anggota Dewan Pengarah KIKA, Idhamsyah Eka Putra, meminta Unissula mencabut gelar guru besar Anwar Usman.

“Tidak elok, jika pelanggar etis berat, masih dipertahankan jabatannya sebagai guru besar,” kata Idhamsyah kepada media Kamis (9 November 2023). (red)

By: Hadid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *