Walhi Tuntut Sanksi Untuk PT IMIP Terkait Ledakan Tungku Smelter yang Menewaskan 16 Orang Pekerja

Sulawesi Tengah, sinarindonesia.id– Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) mendesak Pemerintah untuk memberikan sanksi terhadap PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (PT ITSS), terkait ledakan tungku smelter yang menewaskan 16 orang pekerja. PT ITSS yang merupakan anak Perusahaan Tsingshan Group asal Tiongkok, tidak sekedar bertanggung jawab atas korban, namun juga dampak sosial dan lingkungan dari peristiwa yang terjadi di wilayah PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP).

“Walhi mendesak pemerintah pusat untuk tidak diam, produksi PT IMIP harus segera dihentikan, serta berlakukan sanksi tegas terhadap pihak pengelola,” kata Kepala Advokasi dan Kampanye WALHI Sulteng, Aulia Hakim, kepada media, Selasa (26 Desember 2023).

Dijelaskannya, sanksi yang dimaksud harus diberlakukan karena korban meninggal dan luka berat tidak sedikit. Pihaknya mengingatkan pemerintah tidak hanya gencar kampanye hilirisasi nikel dengan angin surga atas keuntungan yang diperoleh tanpa melihat kenyataan di lapangan.

“Ini urusan nyawa dan dampak sosial karena hidup sengsara akibat kawasan yang kacau dan amburadul,” ungkapnya.

Selain itu, Walhi juga mendesak pemerintah menghentikan situasi yang tidak selaras di lingkungan PT IMIP. Hal ini sesuai dengan peraturan yang tertuang dalam Undang-undang (UU) nomor 3 tahun 2020, tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

Peraturan tersebut, ujar Aulia, tertuang dalam Pasal 113 yang berbunyi bahwa suspensi Kegiatan Usaha Pertambangan dapat diberikan kepada Pemegang IUP dan IUPK jika terjadi keadaan yang kahar seperti yang disebutkan huruf (a) dalam Pasal 113.
Istilah kahar yang dimaksud adalah perang, kerusuhan sipil, pemberontakan, epidemik, gempa bumi, banjir, kebakaran, dan bencana alam maupun non alam diluar kemampuan manusia. (Red)

By: H@did

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *