Wartawan Diintimidasi Pengawal Firli Bahuri KPK Buka Suara

Headline, Nasional498 Dilihat

Jakarta, sinarindonesia.id- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya buka suara menjawab adanya dugaan intimidasi terhadap dua wartawan di Aceh oleh pengawal Ketua KPK Firli Bahuri. Intimidasi terjadi saat kedua wartawan meliput pertemuan Firli Bahuri bersama organisasi perusahaan media Aceh di warung Sekretariat Bersama wartawan Aceh, Kamis malam (9 November 2023).

Dikutip dari Tempo “Nanti kami akan cek di sana. Kami tak tahu yang melakukan itu,” kata juru bicara KPK Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK, Jumat (10 November 2023).

Ia belum bisa memastikan kebenaran adanya intimidasi. Namun, Ali Fikri mengakui adanya kebebasan pers dalam bekerja, termasuk melakukan peliputan terhadap Firli Bahuri.

“Jika ada intimidasi, kami sangat yakin ada kebebasan wartawan mendapatkan informasi dan publikasi ke masyarakat. Yang pasti kami belum tahu itu petugas KPK atau bukan,” katanya.

Ali Fikri juga mengajak awak media yang mengkonfirmasi dugaan intimidasi itu, untuk bersama-sama memastikan pelakunya petugas KPK atau bukan.

“Setiap ke daerah kan ada ajudan, ada protokol. Tapi apakah itu dilakuan pegawai KPK atau bukan, kami belum bisa memastikan siapa,” tegasnya.

Diketahui, kedua jurnalis adalah Raja Umar wartawan Kompas TV dan Kompas.com, dan pewarta media lokal Puja TV Lala Nurmala. Intimidasi diduga terjadi saat Firli Bahuri bersama sejumlah pengurus JMSI Aceh, organisasi perusahaan media, sedang ngopi dan makan durian di Sekretaris Bersama Wartawan.

“Saya dihampiri oleh polisi yang mengenakan pakaian preman dan meminta agar saya hapus foto pertemuan Firli,” kata Raja Umar, di Banda Aceh, Jumat (9 November 2023).

Umar menjelaskan, peristiwa itu bermula saat ia mencoba mengkonfirmasi agenda Firli Bahuri di Aceh dan hendak meminta tanggapan perihal tudingan mengulur-ulur waktu pemeriksaan di Polda Metro Jaya perihal dugaan pemerasan terhadap Syahrul Yasin Limpo. Lalu, ujar Umar, Firli tidak memberikan komentar karena sedang makan durian. Umar menyatakan siap menunggu Ketua KPK itu selesai makan durian.

“Tidak lama setelah itu polisi pengaman Firli langsung mengingatkan saya tidak boleh video dan foto. Lalu saya jawab santai bos, saya lagi kerja, saya wartawan, sambil saya berjalan duduk menjauh dari meja pertemuan Firli dengan JMSI,” ungkapnya. (red)

By: Hadid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *