Zulhas Menyebut Harga Tomat Melambung Bersifat Sementara

Headline, Nasional83 Dilihat

Jakarta, sinarindonesia.id– Melambungnya harga tomat di pasaran hingga mencapai Rp 50.000 per kilogram di momen lebaran hari ini, disebut Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, hanya bersifat sementara. Zulkifli Hasan yang akrab disapa Zulhas itu menuding tingginya harga jual tomat tersebut disebabkan gagal panen yang terjadi di Tingkat petani.

“Melambungnya harga itu hanya bersifat sementara. Semua itu bisa saja terjadi akibat gagal panen,” kata Zulkifli Hasan, kepada media, Rabu (10 April 2024).

Dijelaskannya, bahwa gagal panen saat ini terjadi di beberapa wilayah, yang pada akhirnya membuat stok tidak mencukupi sementara permintaan tinggi.

“Nanti saat musim tanam tomat tiba, dipastikan harga tomat pun akan berangsur turun,” ungkapnya.

Menurut Zulhas, saat harga tomat terlalu murah bisa membuat petani tomat enggan menanam karena khawatir dengan omzet yang tipis. Sebab itu kata dia pemerintah sudah mulai menetapkan harga acuan penjualan beberapa produk pangan.

“Namun, sayangnya untuk harga tomat sendiri, pemerintah belum menatapkan HET-nya. Hal itu juga jika diberlakukan tomat kalau harganya murah sekali kan orang malas nanamnya,” ucapnya.

Zulhas juga menyebutkan, jika harga jual tomat diangka Rp 15.000 atau Rp 10.000 per kilogram, pastinya tidak diminati petani untuk menanamnya.

“Kalau enggak ada yang mau nanam yah gimana, enggak ada stok dan jadi mahal,” pungkasnya.

Dari pantauan kami di lapangan, harga jual tomat di sejumlah pasar tradisional dalam beberapa hari terakhir terutama di tiga hari menjelang lebaran tembus dikisaran Rp. 50.000. Bahkan, harga tersebut menurut pedagang akan terus mrlambung hingga beberapa hari ke depan. (Red)

By: @did

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *