Belasan Santri Jadi Korban Pencabulan Ayah dan Anak Pemilik Ponpes

Trenggalek, sinarindonesia.id– Belasan Santriwati di salah satu pondok pesantren (Ponpes) di Kecamatan Karangan, Trenggalek, Jawa Timur, dikabarkan menjadi korban pencabulan ayah dan anak yang merupakan pengasuh dari ponpes tersebut.

Kasat Reskrim Polres Trenggalek AKP Zainul Abidin, saat dikonfirmasi mengatakan dua pelaku merupakan pengasuh pondok pesantren (ponpes) tempat korban menimba ilmu. Mereka berstatus keluarga yakni bapak dan anak.

“Kasus ini terkuak, setelah penyidik menerima laporan kedua pelaku yakni M (72) dan F (37),” kata Zainul, kepada media, Rabu (13 Maret 2024).

Dijelaskannya, kedua terduga pelaku merupakan pengasuh salah satu ponpes di Kecamatan Karangan, Trenggalek. Sampai saat ini mereka masih berstatus sebagai saksi.

“Para terlapor merupakan pemilik pesantren dan anaknya yang juga sebagai pengasuh,” sambungnya.

Dari hasil penyelidikan sementara, dugaan pencabulan itu telah dilakukan selama tiga tahun terakhir. Setidaknya ada 12 santri yang menjadi korban dugaan pencabulan, namun baru 4 korban yang melapor ke polisi.

“Ada sekitar 12 yang diidentifikasi sebagai korban, namun baru empat yang kami terima laporannya,” ucapnya.

Adapun empat korban yang melaporkan hal tersebut adalah dua alumni pesantren dan dua sisanya merupakan santri aktif.

“Saat terjadi dugaan pencabulan, para korban masih berstatus anak-anak atau usai di bawah 17 tahun,” lanjutnya.

Kedua terduga pelaku, diakui Zainul, telah diperiksa penyidik dan secepatnya perkara ini akan dibawa ke Polda Jatim untuk dilakukan gelar perkara dan penetapan tersangka. (Red)

By: @did

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *