Joki CPNS Kejaksaan Anak Pejabat Lampung Itu Terima Dua Order Dibayar Rp25 Perorang?

Headline, Kriminal, Nasional11338 Dilihat

Bandar Lampung, sinarindonesia.id-Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Lampung  telah mengidentifikasi lima orang yang terlibat Joki CPNS Kejaksaan, jaringan RDS (20) anak Pejabat Pemprov Lampung. Dalam aksinya RDS menerima dua order untuk pelamar dari Lampung Tengah dan Palembang.

“Ada 6 sampai 7 orang yang terlibat jaringan RDS. Identitas kelima Orang itu masing-masing berinisial A, R, T, A, dan I. Mereka menyediakan fasilitas kepada RDS yang menjadi joki tes CPNS itu,” kata Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Umi, Selasa 21 Desember 2023.

Umi mengatakan, peran kelima orang ini seperti memanipulasi kartu identitas RDS agar menyerupai peserta ujian yang menggunakan jasa joki tersebut. “Kartu identitas yang dibawa RDS sudah diedit atau dimanipulasi, pada kolom nama adalah nama peserta tetapi fotonya adalah RDS,” kata Umi.

Terima Dua Order

Hasil penyidikan, RDS (20) diduga menerima order dari dua peserta yaitu asal Lampung Tengah dan Palembang Sumatera Selatan. “RDS menjadi joki tes CPNS untuk dua orang peserta, tetapi berbeda hari. Semuanya untuk ujian atau tes CAT CPNS Kejaksaan tahun 2023,” kata Umi.

Umi menjelaskan dua peserta pengguna jasa itu telah diketahui identitasnya. “Dua peserta ujian yang menggunakan jasa RDS yaitu N, warga Kabupaten Lampung Tengah dan D, warga Palembang,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan sementara ini, muncul dua nama peserta yang menggunakan jasa RDS dalam tes masuk CPNS. “RDS ini menjadi joki tes CPNS untuk dua orang peserta tetapi berbeda hari, semuanya untuk ujian atau tes CAT CPNS Kejaksaan tahun 2023,” kata Umi Fadillah Astutik dalam keterangannya, Senin 20 November 2023 siang.

Ada pun dua peserta pengguna jasa itu telah mengetahui identitasnya masing-masing yaitu N warga Lampung Tengah dan D warga Palembang, Sumatera Selatan. Dari pendalaman penyelidikan, juga diketahui RDS ini menyamar menjadi peserta atas nama N dalam pelaksanaan tes CPNS yang dilakukan pada Jumat (10/11/2023). “Hari itu sebenarnya RDS juga tidak lolos saat verifikasi identitas dengan data di dalam server. Tapi dia ini berhasil kabur,” ujar Umi.

Sebelumnya, seorang mahasiswi Institut Teknologi Bandung (ITB) berinisial RDS (20) yang diamankan Tim Intelijen Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung saat menjadi joki CPNS diduga menerima pesanan dari dua peserta. RDS sendiri baru tertangkap setelah datang lagi ke lokasi yang sama, untuk menjadi joki bagi peserta D pada Senin (13/11/2023).

Namun pada pelaksanaan Senin lalu, RDS kembali tidak lolos saat diperiksa identitasnya dengan data di dalam server, sehingga RDS langsung diamankan. Hingga kini, Tim Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditres Krimsus) Polda Lampung masih melakukan pendalaman untuk mengungkap jaringan joki tersebut.

Polisi masih mengejar pelaku lain yang tak terduga yang merupakan jaringan RDS. Diberitakan sebelumnya, Polda Lampung memburu lima orang pelaku lainnya atas kasus joki CPNS Kejaksaan 2023 yang terungkap di Lampung. Ketahuan RDS menjadi joki saat pelaksanaan tes Kejaksaan CPNS pada Senin (13/11/2023) di Gedung Graha Achava Gabung di Jalan Pramuka. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *