Diduga Cemburu!! Dua Pemuda Acungkan Senpi Kepada Sejumlah Orang

Daerah, Headline, Kriminal121 Dilihat

Sleman, sinarindonesia.id– Dua pemuda di sebuah minimarket daerah Jombor, Sinduadi, Sleman, Yogyakarta, membuat heboh masyarakat karena menodongkan senjata api jenis air gun kepada sejumlah orang. Aksi yang disebut dengan istilah Klitih atau kejahatan jalanan itu, kini viral di media sosial.

Kasat Reskrim Polresta Sleman, AKP Riski Adrian, saat dikonfirmasi membenarkan adanya aksi penodongan menggunakan senpi tersebut.

“Iya benar, namun peristiwa ini bukanlah aksi kejahatan jalanan yang kerap disalahartikan masyarakat dengan istilah klitih,” kata Riski, kepada media, dikutip Kamis (4 April 2024).

Dijelaskannya, bahwa yang disebut dengan klitih itu adalah kejahatan jalanan yang korbannya kepada banyak orang.

“Jadi dalam peristiwa itu, korbannya tidak random (acak), jadi ada ceritanya sebenarnya antara pelaku dan pengendara motor yang ada di rekaman tersebut,” ungkapnya.

Saat itu, kata Riski, regu patroli Polresta Sleman diberhentikan oleh sejumlah orang yang berada di sebuah minimarket daerah Jombor. Mereka mengaku baru saja ditodong oleh dua orang pria menggunakan senjata api.

Sesuai petunjuk yang diperoleh dari masyarakat, petugas melakukan pengejaran ke arah Kabupaten Magelang. Polisi akhirnya menemukan dua sosok dimaksud berboncengan sepeda motor di sekitar kawasan Lapangan Denggung.

Keduanya lantas kabur saat polisi memanggil keduanya. Mereka memacu kendaraannya ke arah Masjid Suciati, Jalan Gito Gati, Pandowoharjo. Si pembonceng kemudian jatuh saat motor hendak belok di persimpangan, sedangkan si joki bisa melarikan diri.

“Dari peristiwa itu seorang pelaku akhirnya ditangkap sama anggota, digeledah ada air gun. Dia pelurunya yang gotri itu. Habis itu dibawa ke Polresta,” ujar Riski.

Dari hasil pemeriksaan sementara, penyidik menemukan bukti percakapan via WhatsApp antara pelaku berinisial FI tersebut dan sosok diduga korban.

“Jadi mereka itu cekcok hingga saling tantang kedua belah pihak dugaannya dipicu permasalahan asmara. Mereka ancam-ancaman, ngajaklah kelahi. Bahasanya itu, ya udah ayo ketemu di mana,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, penyidik masih melakukan pengejaran terhadap seorang terduga pelaku yang saat penangkapan berhasil melarikan diri. (Red)

By: @did

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *