Arab Saudi Mengutuk Keras Serangan Israel

serangan Israel yang tidak manusiawi

Headline, Nasional52 Dilihat

Jakarta,sinarindonesia.id- Pemerintah Arab Saudi mengecam keras serangan Israel yang tidak manusiawi. Persoalan itu, terkait serangan terbaru ke kamp pengungsian terbesar di Gaza, Jabalia.

Raja Salman bin Abdulaziz menyebutnya tidak manusiawi. Di mana banyak warga sipil tak berdosa tewas.

“Kerajaan Arab Saudi mengutuk keras tindakan tidak manusiawi yang dilakukan pasukan pendudukan Israel, terhadap kamp pengungsi Jabalia di Jalur Gaza yang terkepung, menyebabkan kematian dan cedera pada sejumlah besar, warga sipil tak berdosa”, kata kerajaan, dikutip dari media sosial X.

Kerajaan mengutuk dan menolak sepenuhnya penargetan yang berulang oleh militer pendudukan Israel di wilayah padat penduduk dan ini terus mengulangi pelanggaran pada hukum internasional dan hukum kemanusiaan internasional,” tambahnya.

Pemerintah Arab Saudi juga menyebut komunitas internasional telah gagal dalam memberikan tekanan pada pasukan Israel untuk segera menyetujui gencatan senjata. Padahal ini sesuai dengan resolusi PBB 27 Oktober 2023.

“Kerajaan menekankan bahwa situasi kemanusiaan yang mengerikan akibat eskalasi yang sedang berlangsung tidak dapat dibenarkan dan bahwa penghentian pertumpahan darah, perlindungan warga sipil, dan penghentian operasi militer merupakan prioritas mendesak,” tegasnya lagi.

“Kegagalan untuk segera mematuhi prinsip-prinsip ini pasti akan menyebabkan bencana kemanusiaan yang menjadi tanggung jawab pendudukan Israel dan masyarakat internasional,” tambahnya.

Sebelumnya serangan ke kamp pengungsi di Jabalia telah menewaskan dan melukai setidaknya 400 orang. Ini menambah jumlah korban sipil Gaza menjadi 8.525 orang.

“Jumlah awal korban syahid dan terluka dalam serangan pendudukan di Jabalia adalah 400 orang,” tegas Direktur RS Indonesia, Dr Atef Al-Kahlot saat konferensi pers, dikutip dari NBC.

Ia mengatakan pencarian korban lain masih dilakukan. Orang-orang mungkin masih terkubur di bawah reruntuhan di Jabalia. Jabalia sendiri menampung keluarga pengungsi dari perang dengan Israel sejak tahun 1948.(red)

By : Hadid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *